Deskripsi
Penulis: Dome
Tebal: 59 halaman
Perjalanan dinas menyusuri jalan provinsi menuju Garut menjadi ujian iman tersendiri bagi Candra saat ia harus duduk berdua di dalam mobil bersama Deni. Di balik balutan seragam PNS abu-abu yang tampak semakin mengekang ototnya, lekuk tubuh kekar dan jendolan mencolok di selangkangan rekan kerjanya itu terus-menerus memancing fantasi liar Candra. Udara di dalam mobil mendadak terasa pekat saat tatapan sembunyi-sembunyi berubah menjadi celetukan nakal mengenai seragam Deni yang tak lagi mampu menyembunyikan aset besarnya.
Namun, di balik kesempurnaan fisik yang menggugah selera itu, Deni menyimpan sebuah masalah intim; batang kejantanannya yang terlalu panjang dan tebal justru selalu membuat para perempuan menangis kesakitan karena ujungnya terus membentur batas rahim. Terbakar oleh gairah yang tak tertahankan, Candra melontarkan sebuah usulan gila provokatif, menyarankan agar Deni mencoba melampiaskan hasratnya pada sebuah “lubang” tanpa batas rahim agar senjatanya bisa masuk hingga pangkal. Tanpa disangka, pria kekar itu merespons dengan langsung menepikan mobilnya di kawasan pepohonan rimbun yang sepi, mematikan mesin, dan mengunci pandangannya pada Candra dengan sorot mata yang berbahaya.
Di bawah bayang-bayang senja yang menyusup redup, sebuah sugesti mulai mengambil alih akal sehat mereka berdua. Tangan hangat Deni perlahan menuntun jemari gemetar Candra untuk meremas tonjolan keras di balik celananya, membiarkan pria itu merasakan sendiri seberapa buas dan hidupnya benda tebal yang akan mengujinya. Desahan napas yang saling memburu di tempat yang terisolasi dari dunia luar tersebut menjadi saksi awal penyerahan diri. Sanggupkah tubuh Candra benar-benar membuktikan usulannya untuk menampung seluruh batang kejantanan yang ukurannya tak lazim milik Deni hingga mentok, ataukah ia akan ikut menangis seperti pemilik rahim diluar sana?










Review
Belum ada yang kasih review.