Deskripsi
Malam hujan di Bekasi, Akmal menemukan Andrean—pria bongsor berotot kekar yang babak belur di pinggir jalan—dan membawanya ke kontrakan sempitnya. Tengah malam, Andrean demam tanpa obat, dan Akmal mengambil keputusan gila: melepas baju mereka berdua lalu mendekap tubuh telanjang pria asing itu dengan tubuhnya sendiri.
Kulit menempel pada kulit, dada menekan dada, paha menyisip di antara paha—dan di dalam selimut tipis itu Akmal menyadari panas yang memanas di perut bawahnya bukan berasal dari demam. Kontolnya menegang keras, menekan langsung ke paha berotot Andrean, dan dia tidak bisa bergerak, tidak bisa bernapas normal, tidak bisa menjelaskan kenapa tubuh pria yang baru ditemui beberapa jam lalu ini membuatnya bereaksi dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya pada siapa pun.
Pernahkah kamu merasakan dorongan yang menghantam begitu keras di tengah malam yang seharusnya biasa saja, sampai kamu mulai bertanya-tanya, apakah yang kamu rasa benar-benar sekadar simpati?
















Review
Belum ada yang kasih review.